us8402_ea_l1011s_1024-full Pesawat L-1011

Kisah ini adalah kisah soal penampakan awak pesawat komersial yang tidak menyukai (atau justru sebaliknya?) apabila bagian-bagian dari bekas pesawatnya dupasan pada pesawat lain.

Desembar 1072, sebuah pesawat L-1011 tristar milik Eastern Airlines buatan Lockheed terbang dari bandara John F. Kennedy di New York menuju Miami, Florida. Pesawat ini baru empat bulan dioperasikan. Malam itu pesawat ber-nomor penerbangan 401 ini membawa 163 penumpang dan 13 awak dengan captain pilot Robert loft.

Menjelang tiba di Miami, awak kokpit melihat lampu indicator menyala menunjukan bahwa roda pendaratan tidak keluar. Pesawat pun berputar-putar untuk memberi waktu awak membetulkan kerusakan. Juru teknik Don Repo turun ke bagian bawah kokpit untuk melihat lewat periskop kecil apakah roda-roda dapat dikeluarkan, sementara captain loft mengubah kemudinya dengan system autopilot.

Setelah dicek, diduga kesalahan terjadi pada lampu indicator. Tatkala lampu indicator ditangani, diduga secara tak tersengaja control autopilot tersentuh. Karena awak kokpit perhatiannya tersedot pada pembetulan lampu indicator, mereka pun tidak menyadari bahwa pesawat secara gradual terus turun dari ketinggian terbangnya.

Penerbangan ini pun berakhir ketika pesawat mensebur di rawa-rawa, 34 km dari ujung landasan bandara Miami, dengan kecepatan 365km/jam. Hantaman dengan rawa-rawa ini mengakibatkan 99 penumpang dan awak tewas seketika, dan dua lainnya menyusul kemudian. Pesawat mengalami kerusakan namun tidak sampai meledak atau terbakar, sehingga banyak bagian penting dari pesawat yang kemudian masih dapat diamankan dan dipakai untuk pesawat L-1011 Eastern lainnya.

Setelah itu, para awak pesawat lainnya yang memperoleh suku cadang atau bagian lain dari pesawat naas tersebut, sering melihat penampakan dari captain Loft dan mekanik Don Ropo yang tewas dalam kecelakaan. Penampakan didalam pesawat ini tentu menimbulkan ketakutan para awak, terutama yang sudah mengenal koleganya. Yang sering melihat penampakan Loft dan Repo itu bukan hanya satu orang, tetapi beberapa orang sekaligus. Namun kedua spirit itu tidak mengganggu, bahkan dilaporkan bahwa dalam beberapa kejadian keduanya malah memberi tahu awak kabin atau kokpit apabila akan timbul masalah pada pesawat mereka.

Tentu saja manajemen Eastern Airlines menolak kisah-kisah penampakan dalam pesawat mereka. Bahkan CEO maskapai penerbangan ini, Frank Borman pernah akan menggugat produser film The Ghost of Flight 401, film buatan tahun 1967 yang berisikan kisah penampakan tersebut.

ghost401 film the ghost of flight 401

Kisah pemunculan Loft dan Repo ini lama-lama surut dan menghilang sendiri ketika Eastern memensiunkan pesawat Tristar yang lama.