9-royal_e_2c

Tanggal 27 mei 1913, letnan Desmond L. Arthur berlatih terbang rutin dengan pesawat bersayap ganda R.A.F. BE-2 diatas pangkalan udara Montrose di Skotlandia. Tiba-tiba, dengan disaksikan banyak orang dibawah, pesawat itu berantakan diudara. Sayapnya terlepas dan badan pesawat tertekuk. Tak ayal pesawat itu melincur ke bumi, sedangkan letnan Arthur pun terlempar keluar pesawat karena sabuk pengamannya putus. Ia tewas dalam kondisi mengenaskan.

Penyelidikan terhadap sebab musabab terhadap musibah ini pun dilakukan. Disimpulkan bahwa kecelakaan ini terjadi karena teknisi yang tidak becus. Tiga tahun berlalu, dan PD I pun berlangsung hebat-hebatnya. Pangkalan mantrose penuh kesibukan melatih para-para calon pilot yang akan diterjunkan kemedan perang.

Suatu senja dimusim gugur 1916, seorang perwira staf bernama mayor Cyril Foggin tengah berjalan pulang ke mesnya. Agak jauh didepannya, ia melihat seseorang masih menggunakan pakaian terbang berjalan kearah yang sama. Foggin tidak dapat mengenalinya dengan jelas karena hari mulai gelap. Tetapi ia melihat sosok itu masuk ke mes, namun anehnya tanpa membuka pintu. Di dalam mes itu ia tidak menemukan pilot tersebut. Ia pun hanya geleng-geleng kepala, mencoba meyakinkan dirinya bahwa itu hanya ilusinya sendiri.

Beberapa hari kemudian, kejadian serupa terulang lagi. Menyadari dirinya seorang perwira, mayor foggin tidak melaporkannya kepada siapapun. Karene bila sampai membuat laporan, boleh jadi ia akan dinilai kurang pantas sebagai perwira senior dan kejiwaannya pun malah akan di periksa. Hari-hari berikut, ternyata bukan hanya dia yang melihat penampakan wujud tersebut. Pada mulanya, semua perwira yang juga melihat tidak mahu berceruta kepada yang lainnya, sampai suatu hari perwira instruktur terbang terjaga dari tidurnya karena merasa ada yang membangunkannya.

Ia terduduk dari tempat tidurnya, dan dalam keremangan matanya tertumbuk pada seseorang yang sedang duduk dengan santai dikursi, membelakangi tempat tidurnya. Perwira ini pun jengkel dan bertanya dengan nada keras. “and who the bloody hell are you, and what the hell are you doing here!”. Sosok di kursi itu diam saja, perwira itu pun turun dari tempat tidurnya. Begitu didekati, sosok dikursi itu tiba-tiba lenyap. Karena keributan kecil ini, para perwira lainnya ikut terbangun dan terbukalah rahasia penampakan hantu tersebut. Sejak itu penampakan tadi tersebar kemana-mana, ke seluruh Royal Flying Corps.sosok itupun terkenal dengan sebutan “hantu Montrose”.

Akhirnya seorang redaktur majalah mencoba mengutak-utik misteri pemunculan sosok itu, yang kini sering membuat pengawal pos jaga lari terbirit-birit karena didatangi. Ternyata dari penelitiannya, ketahuan bahwa penampakan itu tampaknya dipicu oleh hasil penyelidikan ulang atas kasus tewasnya letnan Arthur. Penyelidikan ulang pada musim panas 1916 menyimpulkan musibah ini terjadi bukan karena kerusakan struktur pesawat, melainkan akibat ketidak cakapan Arthur menerbangkan peswatnya. Laporan itu dinilai mencemarkan nama baik dan kehormatan letnan tersebut, bahkan ketika dirinya sudah mati. Karena itu penampakannya seolah-olah seperti usaha untuk membela kehormatannya.

Laporan reduktur itupun membuat penyelidikan ketiga dilakukan. Kali ini hasilnya tegas-tegas menginformasikan terjadinya kerusakan pada sayap pesawat sebagai penyebab kecelakaan. Letnan Arthur sendiri dinyatakan bersih. Hasil penyelidikan terakhir ini menutup kasus kecelakaan mei 1913, dan hantu Montrose tercatat menampakan dirinya terakhir kali pada 17 januari 1917.

Sekalipun demikian, pesawat Arthur kadang masih terlihat terbang, seperti masa PD II ketika Montrose dijadikan pangkalan pesawat tempur hurricane. Suatu hari pilot hurricane marah-marah karena pendaratannya terlambat, gara-gara diganggu pesawat kuno bersayap ganda yang setiap kali memotong arah terbangnya. Namun kemudian ia heran karena tidak ada yang melihat adanya pesawat lain kecuali pesawat hurricane tersebut. Orang-orang dibawah juga heran melihat hurricane-nya yang setiap kali tiba-tiba berbelok tajam seolah-olah menghindari sesuatu dan membatalkan pendaratannya.

Kejadian serupa dialami tokoh penerbangan inggris, sir peter masfield pada tanggal 27 mei 1963. ketika terbang santai dengan pesawat kecilnya, chipmunk dan melintas diatas bekas pangkalan Montrose, ia melihat sebuah pesawat bersayap ganda BE-2 terbang didepannya. Dengan jelas ia melihat pilotnya mengenakan helm kulit dan pelindung mata.

Tatkala sir masfield terheran-heran mengamati pesawat kuno tersebut, tiba-tiba pesawat itu patah sayapnya dan jatuh ke bumi. Ia pun kaget dan mendaratkan pesawatnya di lapangan golf. Namun orang-orang disitu mengaku tidak ada melihat pesawat lain yang terbang kecuali pesawatnya sendiri. Aneh bin ajaib.